Bagaimana sih yang disebut suami ideal?

Idealnya kalau dua orang menikah itu sama sama saling cinta y?

Apa yang terjadi kalau memang kedua nya saling cinta?pasti bahagia yang di dapat.

Apakah akan ada saling menyalahkan saat ada masalah?atau masalah yang dicari cari supaya suasana memanas? Rasa rasanya itu bukan cinta yang tulus,mungkin hanya modus pada awalnya,betul ga?


Bila cinta masa sengaja cari cari kesalahan pasangan?

Suami kerja diluar begitu pulang kerja marah" in istri,alasan ga masak lah,apakah si suami tinggalin istri uang untuk membeli bahan makanan?jawaban nya tidak,si suami tidak memberi uang untuk membeli bahan makanan untuk dimasak.

Apakah suami tau si istri seharian belum makan?

Saat istri hamil,sama juga perlakuan nya,si istri dibawakan makanan setiap hari oleh ibu kandungnya,( karena ibu si suami tinggal bersama pasangan itu),si suami ikutan nebeng makan juga.

Setiap hari dilakukan oleh si ibu.

Tapi saat si ibu tidak enak badan si suami tidak membuat si istri bisa makan secara normal,dengan kata lain si istri akan puasa selama hamil jika si ibu tidak datang membawa makanan.

Saat cek kandungan juga sisuami tidak pernah mau membayar biaya cek kedokter,begitupun saat menebus resep dokter.

Susu hamil juga tidak pernah dibelikan oleh suami untuk istri & calon bayi nya.

Setiap kali bilang ke tetangga " nanti kalau dia melahirkan gw tinggalin dia,siapa yang mo bayarin biaya melahirkan coba?enak aj minta gw bayarin? "

Logika nya kan suami yang membuat istri hamil,dia juga kan yang hatus bertanggung jawab saat anak nya lahir?

Aneh.

Untung saja sedari gadis si istri sudah mempunyai BPJS,jadi saat melahirkan dibantu BPJS ( terimakasih BPJS).

Tapi saat kontrol selama masa hamil & beli susu bayi tetap ditanggung keluarga si istri,jadi itu anak & istri gratis bagi si suami,karena ga pernah sepeserpun dia biayain istri & anaknya,bahkan sampai anaknya hampir berusia 1 tahun,Anak & istri gratis.

Itupun dia masih menyalahkan mertua ( ibu si istri ).

Si suami bilang si mertua ikut campur keluarga mereka,karena si suami mau mendidik istrinya,(tapi didik & menyiksa tanpa memberi makan itu lain artinya kan?melanggar HAM si istri) malah didatangi tiap hari.

Rupanya dibawain makanan setiap hari itu mencampuri rumah tangga mereka y?

Masih untung si suami tidak dilaporkan ke polisi karena menelantarkan istri,sekarang menelantarkan anaknya juga.semua kebutuhan si bayi tetap disuplay oleh keluarga si istri,seperti susu ibu menyusui,susu formula,popok sekali pakai,pakaian bayi,tempat tidur bayi walaupun sederhana,asal tidak langsung tergigit nyamuk,makanan pendamping saat sudah bisa makan bubur sekarang ini,tapi mertua  masih disumpahin celaka oleh si suami.OMG,koq ada ya manusia seperti itu? Tidak seperti manusia,tak berprikemanusiaan.


Koq ada ya manusia seperti itu,bukan nya berterimakasih karena sudah dibantu,tapi malah mengatai & menyumpahi mertua.


Sebenernya sudah beberapa kali si suami memarahi mertuanya sejak mereka menikah,bahkan semua kakak kakak si istri di katai,kata kata binatang sudah di katai ke kakak kakak si istri,tapi mereka demi si istri & bayi mungil yang tidak bersalah masih tetap membantu keperluan si bayi.


Swaktu si istri hamil,bahkan pendeta & sesama umat lain nya memberikan bantuan untuk kehamilan istri,untuk beli buah alasan nya,tapi tidak pernah sampai ke istri,hanya si suami yang menikmati hasil sumbangan itu,makan yang enak enak,ke mall pijat,alasan nya capek.apakah dia berpikir untuk anak istri? Saat istrinya melahirkan dia cuma mengantar,lalu pulang.

Tiga hari sebelum melahirkan si istri dapat rujukan ke rumah sakit yang lebih besar,faskes ke 3,karena air ketuban nya sudah kering,faskes ke 2 tidak sanggup,setelah sampai di faskes 3,( kakak si istri yang mengantar dalam keadaan kurang sehat ),RS mengatakan tidak ada ruang NICU jika si bayi lahir,karena catatan dt RS faskes 2 bahwa si ibu kekurangan air ketuban,jadi harus dipersiapkan ruang NICU saat bayi lahir.


Kakak ipar & ibu mertua menyuruh si suami tanda tangan kalau si bayi keluar memerlukan ruang NICU tapi tidak tersedia akan menanggung akibatnya sendiri,si suami menolak,alasan nya,bidan (masa hamil periksa ke bidan juga ) bilang 15 hari lagi baru melahirkan " gw ga mau tanda tangan sekarang ",gila,ada ya orang seperti itu,bayi udah mau lahir masih bilang 15 hari lagi?memangnya bidan itu Tuhan? bidan cuma memperkirakan,Tuhan lah penentu nya.


Akhirnya kakak ipar & mertua menyuruh tanda tangan dengan emosi.

Urusan lahir bagaimana nanti sajalah,berdoalah semoga bayinya lahir sehat tanpa perlu ruang NICU.

Akhirnya stelah dirawat 3 hari,si istri dibawa pulang kerumah,kerumah ibunya.


Tibalah saat melahirkan,saat menemani suami lihat kembang api malam pergantian tahun baru,si suami tidak mau pulang,walaupun si istri sudah kesakitan,kontraksi sudah setengah jam sekali,mertua menyusul ketempat si istri berada,meminta tolong saudara" si suami yang kebetulan bawa motor untuk mengantarkan si istri pulang kerumah.tapi malah diantar kerumah si pembawa motor,hadehhh.


Akhirnya si istri dalam keadaan sakit perut pulang kerumah ibunya,untuk membereskan pakaian & keperluan lainnya,lalu membangunkan kakak si istri & anaknya,mereka memesan taxi online.

Sempat ada perdebatan antara kakak si istri dengan si suami,si suami minta kerumah sakit terdekat ( faskes ke 2 ),tapi si kakak bersikukuh dengan tujuan pemesanan ke faskes 3,terang"an 3 hari sblum nya faskes 2 merujuk ke faskes 3 karena tidak menyanggupi pasien ini.saat keluar dari opname faskes 3,suster sudah berpesan jika ada emergency mau melahirkan langsung datang saja ke faskes 3,jadi kenapa harus datang ke faskes 2 lagi???


Tinggal si mertua & kakak ipar juga anak si kakak ipar ( msh berusia 9 th)yang begadang menunggu si istri melahirkan,si suami pulang,alasan nya mengantuk,gila,tega y?itu kan anak dia?hasil perbuatan dia?

Betapa teganya anak kecil & orang tua disuruh begadang.

Saat mau keluar dari rumah sakit dia meminta si mertua cepat datang pada jam 8 pagi,padahal belum selesai mengurus keperluan kepulangan si istri,akhirnya kakak ipar & mertua datanf terburu" kerumah sakit untuk mengurus surat" BPJS.

Kenapa ga dia aja sih yang urus dokumen untuk istrinya pulang dari rumah sakit?

Aneh ga habis pikir sombongnya.

Lain kali kita sambung lagi ceritanya y?

Komentar